Gendang Beleq, Kesenian Pelengkap Kebudayaan Lombok

imagesSudah berkunjung ke Desa Sapit? Indah bukan alamnya. Selain indah, Desa Sapit juga memiliki kebudayaan ritual adat ngayu-ayu dan upacara meminta hujan yang diiringi dengan suara gamelan Gendang Beleq. Namun gendang beleq tidak hanya dijumpai di Desa Sapit tetapi juga hampir semua daerah di Lombok. Keberadaan alat musik tradisional ini menjadi pelengkap kebudayaan Lombok yang memang juga memiliki keindahan alam yang luar biasa. Kesenian gendang beleq merupakan kesenian asli Suku Sasak, Lombok. Nama gendang beleq sendiri berasal dari bunyi gendang “deng” atau “dung” yang berasal dari dua buah gendang dan beleq yang berarti besar. Sehingga gendang beleq berarti gendang yang besar. Gendang yang digunakan berbahan dari batang pohon besar yang kemudian dilubangi pada kedua sisinya. Selanjutnya kedua sisinya di tutup dengan kulit kambing, kulit kerbau, ataupun kulit sapi.

Gendang_Beleq_Lombok_1Kesenian gendang beleq mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Bali, tawaq-tawaq, hingga mengalami perubahan pada masa penguasaan Kerajaan Bali di tahu 1800 M. Kala itu Anak Agung Gede Ngurang Karang Asem menjadi raja yang berkuasa atas tanah Lombok. Pada awalnya gendang beleq merupakan alat untuk menyemangati para pejuang sebelum mereka berangkat dan kala pulang dari medan perang. Karenanya alat musik ini lekat dengan alat musik perang. Namun dengan tidak adanya peperangan lagi di Lombok, maka gendang beleq menjadi alat musik yang dimainkan dalam upacara-upacara adat, upacara pernikahan, sunatan atau khitan, ngurisang atau pemotongan rambut bayi dalam aqiqah, dan upacara besar atau begawe beleq. Meski sempat mengalami masa pasang surut, namun kini kesenian gendang beleq semakin berkembang dan populer di seluruh lapisan masyarakat Lombok.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAInstrumen awal kesenian gendang beleq hanya berupa bedug, seruling, dan sebuah gong. Namun seiring dengan masuknya budaya Bali, terutama kesenian tawaq-tawaq yang semakin mewarnai gendang beleq, membuat instrumen kesenian ini bertambah, seperti gong, perembek, dan reog. Lebih jelasnya instrumen musik dalam kesenian gendang beleq ialah:

  • Dua buah gendang beleq yang berfungsi sebagai pembawa dinamika, yakni gendang mama (laki-laki) dan gendang nina (perempuan)
  • Satu gendang kecil yang disebut gendang kodeq
  • Alat rismis berupa satu perembak beleq atau perembak besar dan delepan perembak kodeq atau perembak kecil
  • Alat rismis yang lain berupa sebuah petuk, sebuah gong besar, gong penyelak, dan gong oncer
  • Dua buah lelontek yang berupa bendera berwarna merah dan kuning

gendang-beleqAgar sesuai dengan nilai Islam, maka bentuk gendang yang digunakan menyerupai bedug di masjid atau musholla. Para pemain gendang beleg menabuh musik sambil menari. Jumlah pemain dalam kesenian gendang beleq hanya 13 hingga 17 orang saja yang merupakan penggambaran dari jumlah rakaat sholat dalam sehari dan tuntunan hidup masyarakat dalam nilai keislaman. Tak hanay berbentuk seperti bedug, gendang beleg juga diberi warna hitam putih yang melambangkan keadilan dan kesucian. Selain itu warna ini juga melambangkan dua kekuatan dalam hidup manusi, yakni langit dan bumi. Kesenian gendang beleq dahulunya sangat disakralkan oleh masyarakat sasak. Mereka yang meremehkan bisa berakibat fatal yang disebut tulah manuh, baik secara fisik ataupun magis.

gendangbeleqNah, jika anda melakukan tour ke Lombok, anda bisa menjumpai kesenian ini di beberapa desa di Lombok, yang salah satunya adalah Desa Sapit. Mengenal kesenian ini, anda pun bisa berkenalan dengan filosofi masyarakat Sasak Lombok yang tergambar dalam kesenian tersebut, yakni nilai keindahan, kesabaran, kebijakan, ketelitian, ketekunan, dan kepahlawanan. Yuk semakin mengenal budaya yang ada di daerah-daerah di Indonesia, agar kita semakin mencintai negeri kita yang kaya akan budaya 😉

Refrensi:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Gendang_beleq
  • http://lendangnangkatour.blogspot.com/2010/08/gendang-beleq-genderang-semangat-lombok.html

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *