Goa Batu Cermin, Keindahan Lain Di Labuan Bajo

pintu masuk goa batu cerminUntuk menuju Taman Nasional Komodo, wisatawan pasti menuju pelabuhan Labuan Bajo sebelum akhirnya menuju pulau-pulau lain di sekitar Taman Nasional Komodo. Meski pelabuhan kecil, namun Labuan Bajo menawarkan beragam keindahan. Dengan lingkungannya yang masih alami, tempat ini menawarkan pemandangan siluet pulau-pulau kecil yang menghadap ke arahnya. Namun ternyata Labuan Bajo tidak hanya menawarkan keindahan alam laut, hutan, ataupun pegunungannya. Ada tempat menarik dan menyimpan sejarah yang juga bisa ditemukan di tempat ini. Tempat tersebut adalah Goa Batu Cermin yang mulai ditemukan pasca kemerdekaan Indonesua. Goa ini hanya berjarak sekitar 4 km dari Labuan Bajo dengan lama perjalanan sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor menuju hutan yang menjadi lokasi goa.

goa batu cermin2Untuk menikmati wisata di Goa Batu Cermin, pengunjung akan dikenai tiket masuk sebesar Rp 10.000 dengan tambahan biaya guide sebesar Rp 20.000. Namun jika anda menggunakan paket tour Flores, semua biaya tersebut sudah termasuk paket tour, transportasi hingga akomodasi. Bahkan juga termasuk biaya peralatan snorkeling. Dari tempat parkir menuju mulut goa berjarak sekitar 300 meter dengan lama perjalanan sekitar 10-15 menir berjalan kaki. Namun dengan akses yang mudah dan suasana sejuk, perjalanan tersebut tidak akan berasa. Hanya perlu berhati-hati pada musim penghujan karena akses jalannya lebih licin. Sejumlah penghuni hutan, seperti burung khas Indonesia timur, kera ekor panjang, ataupun babi hutan, bisa juga dijumpai.

batu-cermin-caveGoa Batu Cermin ditemukan pada tahun 1951 oleh salah seorang arkeolog sekaligus pastor Belanda, Theodore Verhoven. Goa ini memiliki luas hingga 19 hektar dengan tinggi goa mencapai 75 meter. Dari penelitian yang dilakukan Theodore Verhoven disimpulkan bahwa Goa Batu Cermin merupakan salah satu goa yang berada di bawah permukaan laut yang kemudian terangkat ke permukaan. Wisata ini begitu ramai dikunjungi pada siang hari dimana matahari bersinar dengan teriknya. Hal ini dilakukan wisatawan karena mereka ingin mengetahui asal nama Batu Cermin. Sinar matahari yang menerobos masuk di sela-sela bebatuan kemudian dipantulkan sehingga memberikan kesan mengkilap pada batu-batu yang ada di goa. Pantulan pada batuan inilah yang kemudia menjadi asal muasal nama Goa Batu Cermin. Batuan di Goa Batu Cermin memiliki kandungan partikel garam sehingga menyebabkan batuan tersebut tampak berkilau kala terkena cahaya. Untuk bisa menyaksikan batu yang berkilap wisatawan perlu masuk hingga kedalaman 20 meter di area sempit di goa sepanjang 200 meter tersebut. Di musim penghujan, pengunjung juga bisa bercermin di genangan air yang masuk ke goa. Genangan air ini pun juga nampak bercahaya.

fosil goa bau cerminGoa Batu Cermin juga dipenuhi dengan stalaktit dan stalakmit, yang bahkan memakan jalur masuk goa. Oleh karenanya dalam satu tour hanya dibatasi 10 orang saja dengan waktu tour 30 menit. Kemudian bergantian dengan pengunjung yang lain. Sedikitnya cahaya matahari yang masuk membuat udara di dalam goa cukup lembab. Selain batuan yang berkilauan, stalaktit dan stalakmit, Goa Batu Cermin juga menawarkan pemandangan fosil karang, penyu, dan juga kura-kura yang berada di dinding goa. Pemandangan fosil tersebut tampak sangat jelas hingga saat ini. Fosil tersebut juga memiliki kandungan partikel garam yang semakin menguatkan pendapat Theodore Verhoven bahwa dahulunya Pulau Flores lokasinya berada di bawah permukaan laut. Melihat pemandangan fosil tersebut memberikan pengunjung kesempatan untuk belajar kehidupan pada masa purba. Selain, ada pula penampakan lain yang berupa bentukan batu berwarna putih yang panjang dan dekat dengan tempat cahaya matahari masuk. Batu ini mirip dengan patung Bunda Maria sehingga oleh umat Kristen disebut dengan Batu Bunda Maria. Apalagi dengan hiasan cahaya matahari yang masuk di sekitarnya. Goa Batu Cermin juga diramaikan dengan keberadaan sejumlah hewan seperti kelelawar, laba-laba, dan juga jangkrik.

goa batu cermin1Untuk berwisata di Goa Batu Cermin, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan selain jenis transportasi yang digunakan. Sebaiknya pengunjung tidka menyentuh batu-batu yang ada di dalam goa karena mereka masih hidup dan bisa terus tumbuh. Jika terkena tangan manusia, bukan hanya pertumbuhannya yang berhenti namun juga kehilangan partikel garam sehingga tidak nampak berkilau lagi. Selanjutnya jangan lupa juga untuk membawa bekal karena untuk menjelajahi goa dibutuhkan stamina dan tenaga yang kuat. Namun dengan semua pesona yang dimiliki membuat Goa Batu Cermin layak untuk dikunjungi 🙂

Refrensi:

http://jalan2.com/city/flores/gua-batu-cermin/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *