Kota Tua Ampenan, Melihat Lombok Di Masa Lalu

Kota-Tua-AmpenanMengunjungi kawasan kota tua memang cukup menakjubkan. Dengan gedung-gedung tuanya yang tinggi dan megah seolah memperkenalkan betapa dulu ia bernilai sangat tinggi bagi kalangan-kalangan tertentu. Nuansa vintage yang mewah membuat kunjungan ke kota tua terasa begitu menyenangkan, apalagi dengan mengabadikannya dalam bidikan lensa kamera. Seolah kita sedang melakukan perjalanan kilas balik ke masa lalu. Nah, kalau sedang melakukan tour ke Lombok, sempatkanlah untuk mengunjungi kawasan Ampenan. Kecamatan yang satu ini cukup berbeda dengan lima kecamatan lain yang ada di Mataram karena memiliki gedung-gedung tinggi yang berusia ratusan tahun. Gedung-gedung tersebut memang sengaja masih dipertahankan karena tempat ini merupakan salah satu tempat penting pada zaman kolonial Belanda dan menjadi kota tua-nya Lombok.

ampenan tempo duluKota Ampenan berada di bagian paling barat pulau Lombok dan berbatasan langsung dengan Selat Lombok. Karena masih termasuk kawasan Mataram, jarak Ampenan dari pusat kota Mataram pun tak terlalu jauh. Aksesnya pun cukup mudah karena banyak kendaraan umum yang melintas. Dari pusat kota Mataram, anda yang menggunakan kendaraan pribadi tingga mengikuti jalan utama dari Jalan Langko atau Jalan Pejangik hingga tiba di Jalan Yos Sudarso. Sesampainya di simpang lima, petualangan anda di kota tua Ampenan pun di mulai. Gedung-gedung tua khas peninggalan Belanda akan menyapa anda begitu pertama kali tiba. Tak hanya kaya akan gedung-gedung tua namun daerah ini juga kaya akan budaya karena kampung-kampungnya memiliki etnis yang beragam. Bukan hanya kampung Bali, namun ada juga kampung Cina, Bugis, Arab, Melayu, dan juga Banjar. Wah seolah kita berkeliling dunia kala mendatangi kawasan Ampenan. Budaya yang ada pun jadi cukup beragam.

pantai ampenan jaman duluKeramaian Kota Tua Ampenan pada masa dahulu tak terlepas dari posisinya sebagai pelabuhan utama di masa kekuasaan Belanda. Kota ini pun menjadi pusat bisnis di Mataram sejak tahun 1800 dan mencapai masa kejayaan pada tahun 1948-1950. Namun gelombang laut dari Selat Lombok yang menerjang dermaga Ampenan pada 1970, membuat pelabuhan dipindah ke Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Ampenan secara resmi ditutup. Sejak saat itu kawasan ini semakin sepi namun nuansa kolonialnya tetap dipertahankan. Selain mengagumi arsitektur yang ada di sana, anda juga bisa mengunjungi bekas dermaga Ampenan dimana masih tersisa reruntuhan bangunannya. Karena berdekatan dengan laut, banyak warga yang memanfaatkan dermaga sebagai tempat memancing. Akhirnya dermaga ini pun menjadi lokasi wisata baru, yakni Pantai Ampenan.

senja di ampenanPantai Ampenan pun menawarkan beragam aktivitas seru selain memancing. Mulai dari berenang, main bola, hingga main pasir. Bahkan di Pantai Ampenan pun anda bisa melakukan surfing. Lokasinya berada di paling ujung kiri pantai, yakni di muara Sungai Jangkok. Jangan ketinggalan juga untuk menikmati sunset di pantai ini yang akan menambah daftar obyek gambar untuk kamera anda. Di sekitar Ampenan banyak ruko-ruko kuno yang menjajakan sejumlah kuliner khas kota Lombok. Begitu pula di pinggiran pantainya yang menyajikan sejumlah olahan seafood dengan ditemani es kelapa yang segar. Yuk berakhir pekan di kawasan Ampenan.

Refrensi:

  • http://jalan2.com/city/mataram/kota-tua-ampenan/
  • http://www.berbagifun.com/2014/10/ke-pantai-ampenan-ngapain-aja-sih.html

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *