Menikmati yang Indah, Hangat, dan Dingin Di Bajawa

bajawa-floresKota Bajawa, kota yang cukup indah yang sayang untuk dilewatkan kala melakukan tour Flores. Kota yang menjadi ibukota dari Kabupaten Ngada ini menawarkan banyak hal, mulai dari alamnya yang indah, udaranya yang sejuk dan cenderung dingin namun teralihkan dengan kehangatan masyarakatnya. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota berpenduduk sekitar 44.000 jiwa ini, mulai dari berbelanja di pasar hingga menjelajahi sejumlah wilayahnya yang memiliki keunikan tersendiri. Nama Bajawa berasal dari salah satu dari tujuh kampung yang disebut dengan “Nua Limazua” dan berada di barat kota Bajawa, yakni Bhajawa. Secara etimologi ada dua kata yang membentu nama Bhajawa, yakni “Bha” yang berarti piring dan “Jawa” yang berarti perdamaian atau tanah Jawa. Sehingga nama Bhajawa bisa diartikan sebagaipiring perdamaian ataupun piring dari Jawa.

gunung inariJalan arteri dari Larantuka, yang merupakan wilayah paling timur Pulau Flores, menjadi penghubung kota Bajawa dan membentang hingga ke Labuan Bajo yang menjadi bagian paling barat Pulau Flores. Untuk menempuhnya bisa dari Nagekeo, Ende maupun Manggarai. Ada banyak angkutan kota yang bisa ditemui, termasuk bus antarkota. Perjalanan semakin nyaman karena bukan hanya didukung dengan jalan yang halus namun juga ditemani dengan pemandangan yang memukau. Kota ini juga memiliki gunung dengan pemandangan yang menakjubkan, yakni Gunung Inie Rie. Tak heran jika udara di Bajawa cukup sejuk. Sejumlah bangunan lama peninggalan dari masa kolonial masih nampak berdiri dengan tegak dan terawat yang semakin melengkapi keindahan kota Bajawa.

pasar bajawaDalam perjalanan, jangan lupa singgah ke Pasar Bajawa yang menyajikan suasana tradisional yang kental sekaligus keramahan masyarakatnya yang akan membuat siapa pun betah di sana. Para penjualnya akan dengan senang hati mengajak pembelinya bercakap atapun menjelaskan dagangan mereka. Pasar Bajawa menjual salah satu jenis cabe rawit yang cukup besar sekaligus cukup pedas, yakni cabe rawit Flores. Jika ingin membuktikan kedahsyatan pedasnya cabe rawit Flores, wisatawan bisa menjajal kuliner yang ada di warung ataupun restoran dan meminta sambal berbahan cabe rawit tersebut. Meski Pasar Bajawa adalah pasar tradisional namun pasar ini cukup bersih, yang semakin membuat nyaman berbelanja di sana. Menyantap kuliner yang ditawarkan di pinggir jalan pun tak  perlu khawtir karena kebersihannya. Jika penasaran dengan rasa pinang dan sirih, wisatawan bisa membeli satu paket sirih dan pinang hanya dengan harga Rp 5.000 saja. Tak hanya kuliner dan pinang, wisatawan juga bisa mendapatkan kain ikat yang telah diolah menjadi sejumlah bentuk, mulai dari sarung besar, scarf, ataupun selimut. Sejumlah tas unik yang terbuar dari anyaman bambu hingga perpaduan anyaman dan kulit kerbau juga turut ditawarkan.

dusun bena, bajawaBajawa juga menwarkan desa-desa tradisional yang menjunjung tinggi keluhuran budaya mereka, seperti Dusun Bena dan Dusun Wogo. Rumah-rumah bergaya tradisional nampak berjajar indah lengkap dengan formasi batu-batu pemujaan. Kemudian ada Dusun Belaraghi yang juga masih menjunjung tinggi tradisi dan alamnya yang cukup indah. Yang cukup unik, dusun ini juga masih memiliki warga yang menjadi suku asli daerah tersebut. Bukan hanya keindahan yang bisa disaksikan namun juga kesederhanaan dari para penduduknya. Selain itu juga ada desa Gurusina yang menwarkan kekayaan ladang mereka dengan berbagai hasil pertanian mulai dari kopi, kakao, cengkeh, dan juga kemiri. Atau jika wisatawan ingin mandi air panas bisa ke Soa yang menawarkan pemandian air panas alami bernama Mengeruda Hotspring. Sumber mata air tersebut berasal dari bawah pohon dan memiliki debit yang cukup besar. Selanjutnya air tersebut mengali bersama air sungai yang dingin sehingga menjadi air hangat dna terjun layaknya air terjun.

tinju bajawaBajawa juga menawarkan tradisi yang bisa disaksikan wisatawan, yang salah satunya adalah Reba yang menjadi acara tahunan etnis Ngada. Dalam acara tersebut sejumlah desa tradisional lainnya turut meramaikan sehingga acara yang dipenuhi dengan berbagai kegiatan tradisional nampak semarak. Tak lupa mereka mengenekan baju tradisional mereka sehingga semakin memanjakan kamera para wisatawan. Selain itu ada juga tinju tradisional yang memiliki sejumlah sebutan, seperti Sagi oleh masyarakat Soa, Mbela oleh penduduk Nagekeo, dan Etu oleh warga Boawe. Dalam ajang tinju tersebut para pemuda menunjukkan kejantanan dan kegagahan mereka dalam arena yang disebut kisanatha. Semua ini dilakukan untuk memikat para wanita. Tak ketinggalan mereka mengenakan kain tradisional dan juga tai kolo serta bersenjatakan bilang batang aren yang dilapisi kain dan berhiaskan kulit kerbau. Tinju ini hanya bisa dilkukan dalam acara adat dan tak bisa dilakukan di luar jika tak ingin terkena sanksi adat.

bajawaBenar bukan, ada banyak hal yang bisa ditemukan di Bajawa. Karenanya sayang sekali jika kota ini dilewatkan begitu saja. Tak hanya melihat pemandangan yang indah namun juga bisa melihat tradisi khas Flores yang masih terjaga. Wisatawan pun bisa semakin mengenal beragam buadaya khas Indonesia lainnya.

Refrensi:

http://www.indonesia.travel/id/destination/698/bajawa

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *