Pesona Budaya Di Kaki Gunung Rinjani

desa-sembalun-lombokKawasan Gunung Rinjani memang menakjubkan. Tidak hanya menawarkan keindahan alamnya yang mengundang decak kagum, namun juga menawarkan keindahan budaya yang masih terjaga hingga kini. Jika sebelumnya anda telah mendatangi Desa Sembalun Lawang yang keindahan alamnya bagai negeri dongeng, kini waktunya anda bertandang ke tetangganya, Desa Sembalun Bumbung yang menawarkan keunikan budayanya. Desa yang juga berada di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, dan berjarak sekitar 2 km dari Desa Sembalun Lawang ini mengingatkan kita akan budaya Bali dan menunjukkan betapa besar kekuasaan Bali pada zaman dulu hingga mempengaruhi sebagian besar budaya di Lombok.

ngayu-ayuSembalun Bumbung merupakan salah satu desa tradisional di Lombok yang masih mempertahankan adat istiadatnya. Di sini anda masih bisa menemukan rumah adat khas suku sasak, baik yang berupa gleng dengan rumah panggung yang beratapkan jerami ataupun rumah adat yang lantai dan dindingnya terbuat dari kotoran sapi. Selain melihat rumah adat khas suku sasak, di Sembalun Bumbung anda juga bisa menyaksikan Upacara Adat Ngayu-Ayu. Ritual yang diadakan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ini mengundang sejumlah pejabat daerah dan raja-raja nusantara. Biasanya pihak luar yang hadir dalam upacara ini akan dibeiri undangan oleh penyelenggara. Upacara yang sudah berlangsung secara turun temurun sejak 600 tahun yang lalu ini, diadakan setiap tiga tahun sekali, tepatnya pada bulan Rajab di tanggal 5, 15, atau 25. Misalnya tahun ini pelaksanaan Upacara Adat Ngayu-Ayu berlangusung pada tanggal 5 Rajab, maka tiga tahun kemudian dilangusungkan pada 25 Rajab dan tiga tahun berikutnya pada tanggal 25 Rajab sampai kemudian dilangsungkan kembali pada tanggal 5 Rajab. Putaran pelaksanaan upacara ini dinamakan dengan tahun penitian yang berarti mengulang kembali.ngayu-ayu

Upacara Adat Ngayu-Ayu dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan banyak hasil bumi dan terhindar dari bencana serta penyakit. Dalam upacara ini masyarakat juga memohon untuk kesuburan tanama padi meraah yang tidak bisa tumbuh di sembarang tempat. Upacara ini berlangsung selama dua hari dengan diawali pengumpulan air dari tujuh sumber mata air yang digunakan masyarakat Sembalun. Air ini kemudian didiamkan selama satu malam di rumah para ketua adat.

BenQ CorporationSementara pada hari keduanya diawali dengan penyembelihan kerbau yang dilakukan oleh ketua adat dan menanam kepala kerbau untuk menolak bencana. Sedangkan dagingnya di masak oleh ibu-ibu untuk selanjutnya dimakan bersama-sama. Makan bersama daging kerbau ini dalam bahasa sasak disebut dengan Begibung. Setelah itu ketua adat akan memimpin Ritual Mafakin dengan membaca bacaan tertentu. Ritual ini mengiringi penurunan bibit padi merah mulai dari lembang hingga penyemaian. Usai pelaksanaan Ritual Mafakin masyarakat Sembalun Bumbung kemudian melakukan perang topat, tradisi perang yang sama yang dilakukan oleh penduduk Desa Kapal, Bali. Perang topat ini juga kerap diadakan di Pura Lingsar sebagai bentuk harmonisasi antara masyarakat Hindu dan Muslim Lombok. Mereka saling melempar ketupat dan usai perang, ketupat ini diperebutkan karena dipercayai membawa kesuburan bagi tanaman pertanian mereka.

makam berugak rebanSetelah semua prosesi dan ritual tersebut, Upacara Adat Ngayu-Ayu ditutup dengan mengitari makam adat yang berada di sebelah barat lapangan Sembalun Bumbung. Makam ini bernama Makam Berugaq Reban Bande dengan bentuk seperti bekas kaki yang dipagari dengan batu secara melingkar dan dipagari besi. Makam ini juga diyakini sebagai makam orang yang menyebarkan agama Islam pertama kali di Lombok. Proses pengitaran makam dilakukan sebanyak sembilan kali putaran. Sedangkan para ketua adat atau yang mewakili, memutari makam dengan menggendong air tujuh sumber yang telah didiamkan sebelumnya dan dikumpulkan menjadi satu di dalam makam. Dengan berkunjung ke Desa Sembalun Bumbung, anda tidak hanya melihat keindahan alam khas pedesaaannya namun juga melihat budayanya yang masih lestari. Seperti Sembalun Lawang, desa ini juga cukup terkenal dengan komoditi bawangnya loh. Jadi jangan lewatkan kunjungan anda ke desa ini selama berlibur di Lombok ya … 🙂

Refrensi:

  • http://www.koran-jakarta.com/?2217-eksotisme-sembalun-lawang-di-kaki-gunung-rinjani
  • http://thelangkahtravel.com/ritual-adat-ngayu-ayu-sembalun-bumbung/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *