Real Estate Tradisional Ala Desa Segenter

segenter-villageSuku Sasak Lombok memang menarik untuk diamati. Di tangan merekalah kebudayaan dan tradisi Lombok masih dipertahankan sehingga generasi penerus tetap bisa mengenal kebudayaan asli Lombok. Cara hidup masyarakat Sasak yang masih tradisional juga menarik untuk diamati dan dipelajari. Keberadaan perkampungan suku Sasak ini juga memiliki nilai pariwisata teesendiri. Karenanya Pemerintah Provinsi Lombok menjadikan dua desa adat suku Sasak sebagai desa wisata. Selain Desa Sade, ada pula Desa Segenter yang oleh masyarakat setempat diklaim sebagai perkampungan Sasak tertua. Desa ini berlokasi di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara dan berada tepat di bawah kaki Gunung Rinjani. Di sini anda tak hanya belajar mengenai kebudayaan asli Suku Sasak namun anda juga bisa belajar mengenai tata ruang dalam pemukiman Suku Sasak yang bergaya tradisional.

gate-segenter-village-lombokUntuk mengunjungi Desa Segenter anda yang dari Mataram harus menempuh jarak sejauh 90 km dengan lama perjalanan sekitar 2,5 jam. Anda bisa menggunakan rute Mataram-Senggigi-Pemenang-Tanjung-Selengen-Segenter. Sebuah rambu penunjuk arah ke Segenter akan anda temui di km 8,7. Sesampainya di desa yang berdekatan dengan Desa Bayan ini anda akan disambut dengan gapura selamat datang yang sengaja dibangun oleh pemerintah setempat. Di sebelah barat ada bangunan pusat informasi yang sayangnya kondisinya sudah tak layak pakai. Sebuah gerbang akan menghubungkan anda dari pusat informasi ke perkampungan Segenter. Gerbang inilah yang menjadi satu-satunya akses keluar masuk dari desa dengan luas mencapai 3 hektar. Sekeliling desa nampak diberi pagar yang menjadi pembatas dengan lingkungan luar.

Desa-Segenter-LombokDeretan rumah yang tertata rapi akan menyambut anda begitu anda memasuki wilayah Desa Segenter. Rumah-rumah tersebut terbuat dari bambu dengan beratapkan jerami. Sementara sekeliling rumah dipagari dengan batu. Lantainya pun masih terbuat dari tanah liat. Untuk memperkuat dan memperindah lantai rumah, penduduk memoleskan kotoran sapi di waktu tertentu pada lantai tersebut. Lantai pun akhirnya menjadi awet dan tetap licin. Proses pemolesan lantai dengan kotoran sapi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik itu wisatawan lokal ataupun mancanegara kala bertandang ke sana. Sementara untuk proses pergantian atap dilakukan setiap 12 atau 13 tahun sekali. Umumnya rumah suku Sasak berbentuk persegi dengan ukuran 6X7 meter dengan atap berbentuk limas. Di dalam ruamh terdapat dapur dan tempat peralatannya yang disebut Amben Belek. Ada pula tempat tidur dan Inan Belek yang merupakan kamar yang kerap dipakai pengantin baru hingga hari ketiga pernikahan mereka. Bangunan Inan Belek memiliki lantai kayu yang agak tinggi. Bagi mereka yang tidak memiliki lumbung, Inan Belek menjadi pengganti tempat penyimpanan hasil pertanian.

Desa-Segenter-Lombok02Biasanya satu generasi penduduk Desa Segenter tinggal dalam satu area. Sisi timur menjadi tempat tinggal orang tua, sementara anak-anaknya tinggal di sisi barat. Jika dalam satu keluarga tersebut memiliki lebih dari satu anak maka sang adik akan tinggal di sisi utara dan bersebelahan dengan rumah sang kakak. Diantara dua rumah yang saling berhadapan terdapan bangunan berugak di tengah-tengahnya. Bangunan ini memiliki luas 4X6 meter dan menjadi tempat bercengkrama keluarga, tempat belajar sekaligus menerima tamu. Sementara sisa tanah dari area tersebut menjadi tempat lumbung. Kini tak kurang ada 81 rumah di Desa Segenter yang menjadi tempat tinggal 101 keluarga. Berkunjung ke desa ini akan memberikan anda pengalaman yang unik dan berbeda, terutama jika anda pecinta desain bangunan. Anda bisa menggunakan rumah adat Desa Segenter sebagai salah satu inspirasi anda.

Refrensi:

  • http://id.lombokindonesia.org/desa-segenter-lombok/
  • http://majalahasri.com/kearifan-lokal-di-desa-segenter-lombok/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *