Taman Narmada dan Air Ajaibnya

Taman-NarmadaLombok terkenal dengan beberapa kisah kerajaan dan memiliki sejumlah mitos yang berkaitan dengan cerita-cerita tersebut. Hal ini juga yang terjadi di Taman Narmada, sebuah taman peninggalan masa kerajaan yang cantik. Taman ini memiliki sejumlah kolam dan pemandangan hijau yang menenangkan. Taman Narmada dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Lombok yang kala itu dipimpin oleh Anak Agung Ngurah Karangasem. Taman Narmada dibangun pada tahun 1805 dan tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat raja namun juga sebagai tempat beribadah dan menjalankan ritual bagi para raja. Taman ini juga digunakan sebagai tempat pelaksanaan upacata Pakelem yang berlagsung setiap purnama kelima pada tahun Caka.

taman nardama lombokMenurut cerita, taman ini dibuat dengan mencontoh desain suasana di puncak Gunung Rinjani. Hal ini dikarenakan Sang Raja tidak lagi kuat melakukan perjalanan ke Gunung Rinjani untuk melakukan ritual kurban sehingga beliau meminta sejumlah arsitek untuk meniru suasana Gunung Rinjani ke pusat kota. Sekilas tampilan Taman Narmada juga nampak seperti Tirta Gangga di Bali yang juga dipenuhi dengan kolam-kolam dan taman yang cantik. Nama Narmada sendiri berasal dari salah satu anak Sungai Gangga di India, Narmadanadi. Hal ini mengingatkan ajaran Hindu Bali juga diterapkan di Lombok. Sebagaimana kepercayaan agama Hindu bahwa air memiliki elemen suci yang berfungsi memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Mata air dihubungkan dengan tirta amerta atau air keabadian yang memancar dari Kensi Sweta Kamandalu. Kemungkinan dahulunya Narmada digunakan sebagai nama dari mata air yang membentuk kolam di tempat tersebut namun lamban laut, nama tersebut digunakan untuk menyebut keseluruhan komplek taman.

bangunan di sekitar taman narmadaTaman Narmada pernah mengalami sejumlah pemugaran. Hal ini dikarenakan ada sejumlah bagian yang rusak dan pecah. Selama 8 tahun, yakni dari tahun 1980-1988 dilakukan rekonstruksi sehingga bisa diketahui bagian-bagian dari taman ini. Taman yang kini menjadi salah satu cagar budaya ini terdiri dari beberapa bagian, dimulai dari gerbang utama yang berada di utara dan mengarah ke jabalkap dengan telaga kembarnya. Sebuah gapura bernama Gapura Gelang atau Paduraksa berada di sisi selatan jabalkap dan mengarah ke halaman mukedes. Sejumlah bangunan nampak mengisi tempat ini seperti beberapa kediaman raja dan Sangah Pura.

pura narmadaDari halaman mukedes, anda bisa menuju ke halaman pasarean yang berisikan gedung Telaga Padmawangi, Pawedayan, pawargan, Balai Loji, dan Balai Terang yang menjadi tempat tidur raja. Dari atas Bale Terang, anda bisa menikmati keindahan Pura Meru. Ada pula halaman patandaan dengan bangunan panggung terbuka tempat dilangsungkannya pertunjukkan. Masih banyak pula bangunan lain di taman ini, seperti Pura Narmada, pancuran sembilan, dan bangunannya dorogancet. Ada pula bangunan-bangunan lain yang kini telah hilang dan menjadi perkampungan penduduk.

narmada-parkNamun yang menjadi daya tarik utama Taman Narmada adalah Balai Petirtaan atau kolam yang menjadi pertemuan tiga sumber air, yakni Lingsar, Suranadi, dan Narmada. Orang-orang yang mandi ataupun sekedar membasuh muka di sini dipercaya bisa menjadi awet muda. Di sediakan kolam-kolam bagi siapa saja yang ingin mandi di sini. Taman ini juga menjadi lokasi upacara Pakelem yang biasanya berlangsung antara bulan Oktober – November. Di sekitar area Taman Narmada terdapat penjual aneka souvenir khas Lombok, seperi kaos dan yang lainnya.

taman narmadaUntuk menikmati kesegaran kolam di Taman Narmada anda terlebih dahulu harus melalui puluhan anak tangga bagaikan mendaki Gunung Rinjani. Taman ini berlokasi di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat dan bisa ditempuh dengan 20 menit perjalanan atau berjarak 10 km dari Kota Mataram. Jadi jika anda ingin merasakan suasan Gunung Rinjani tanpa harus mendaki, Taman Narmada bisa menjadi pilihan sekaligus menikmati kesegaran air ajaibnya yang bisa membuat awet muda.

Refrensi:

  • http://lombok.panduanwisata.id/wisata-religi/menjadi-awet-muda-di-taman-narmada/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Narmada

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *